Oknum Perangkat Desa Diduga Intimidasi Ibu Wati : Bantuan Beras Vs BLT DD
Seluma, BINTUHAN.ID- Diduga terjadi intimidasi oleh oknum perangkat desa dan kepala Desa Serian Bandung, Kabupaten Seluma, terhadap Ibu Wati, orang tua dari Yeta Puspita Sari. Oknum aparat desa tersebut diduga memaksa Ibu Wati untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tidak berhak mendapatkan bantuan beras.
Pada malam Minggu, 9 Agustus 2025, Ibu Wati dipaksa menandatangani surat pernyataan memilih BLT DD dan menolak bantuan beras. Hal ini dilakukan di rumah Ibu Wati sendiri.
Keesokan harinya, 10 Agustus 2025, salah satu perangkat desa bernama Yan mengunjungi rumah Ibu Wati. Namun, saat Ibu Wati mendatangi rumah Yan, perangkat desa tersebut tidak ada di rumah.
Pada 11 Agustus 2025, Ibu Wati dan awak media mendatangi kantor Desa Serian Bandung. Kepala Desa Yono Heri Apidi menjelaskan bahwa Ibu Wati tidak bisa mendapatkan bantuan beras karena sudah menerima BLT DD.
Awak media menemukan kejanggalan pada surat pernyataan yang ditandatangani Ibu Wati. Tanggal pada surat pernyataan tersebut sengaja dikosongkan.
Saat awak media hendak memviralkan kasus ini, oknum perangkat desa Yan mengancam wartawan dengan nada tinggi. Setelah itu, wartawan pamit pergi dari kantor desa.
Pada 12 Agustus 2025, kepala desa dan perangkat desa mengantarkan beras sebanyak 2 kampil ke rumah Ibu Wati. Hal ini dilakukan setelah kasus ini mulai diketahui oleh awak media.
Julian Kenedi, yang melaporkan kasus ini, meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepala Kepolisian Sektor Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, untuk segera menindak tegas oknum desa Serian Bandung yang diduga melakukan intimidasi terhadap masyarakat.
Pewarta : Julian Kennedi