Gusril Pausi Tegaskan Komitmen Kaur Majukan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Gusril Pausi Tegaskan Komitmen Kaur Majukan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Gusril Pausi Tegaskan Komitmen Kaur Majukan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Tangerang, BINTUHAN.ID — Di tengah semangat perubahan pendidikan nasional, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. tampil sebagai salah satu kepala daerah yang paling vokal menyuarakan pentingnya pemerataan pendidikan.

Bertempat di Kota Tangerang, Banten, Gusril hadir dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah bertajuk “Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026.” Forum ini digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai wadah merumuskan arah baru pendidikan Indonesia.

Bagi Gusril, pendidikan bukan sekadar program, melainkan napas pembangunan. Ia menyadari, masa depan Kabupaten Kaur akan sangat ditentukan oleh seberapa banyak anak-anak daerah yang mampu berdiri sejajar dengan pelajar dari kota besar.

“Kami tidak ingin anak-anak di desa hanya jadi penonton di negeri sendiri. Setiap anak Kaur berhak atas pendidikan yang bermutu dan setara,” ujar Gusril dengan tegas.

Dalam forum itu, Bupati Kaur memaparkan berbagai tantangan di lapangan: sekolah-sekolah yang masih butuh perbaikan, keterbatasan guru di daerah terpencil, serta kesenjangan digital yang menghambat pembelajaran daring. Namun ia juga membawa harapan — harapan agar sinergi pusat dan daerah benar-benar melahirkan perubahan nyata.

Gusril menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kaur tengah fokus pada revitalisasi infrastruktur sekolah, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, serta digitalisasi sistem pembelajaran agar siswa di pelosok pun bisa menikmati pendidikan modern.

Langkah progresif Bupati Kaur ini mendapat apresiasi dari pihak Kemendikdasmen, yang menilai komitmen daerah seperti Kaur menjadi contoh nyata semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

“Sinergi pemerintah pusat dan daerah seperti inilah yang akan mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” ujar salah satu pejabat Kemendikdasmen.

Menutup sesi diskusi, Gusril kembali menegaskan tekadnya:

“Kami ingin hasil pertemuan ini tidak berhenti di papan rencana. Harus turun ke sekolah, terasa di ruang kelas, dan dirasakan langsung oleh guru dan siswa. Itulah ukuran keberhasilan kita.”

Dengan langkah mantap, Gusril meninggalkan aula pertemuan sambil menggenggam keyakinan: perubahan pendidikan tidak bisa ditunda. Sebab di balik setiap anak Kaur, tersimpan masa depan besar Indonesia.