Wisata Laguna Kaur Kembali Tuai Cibiran, Tiket Mahal dan Lapak Rp300 Ribu Dinilai Mencekik
Kaur, BINTUUHAN.ID- Wisata Laguna di Kabupaten Kaur kembali menjadi sorotan tajam publik. Destinasi yang seharusnya menjadi ikon pariwisata daerah itu justru lagi dan lagi menuai keluhan dari para pengunjung, baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Keluhan utama yang mencuat adalah harga tiket masuk yang dinilai mahal serta biaya sewa lapak pedagang yang mencapai Rp300 ribu per lapak.
Sejumlah pengunjung mengaku kecewa karena tarif tiket yang dibayarkan tidak sebanding dengan kondisi fasilitas di lokasi Wisata Laguna. Kebersihan kawasan, ketersediaan toilet umum, tempat sampah, hingga penataan area parkir dinilai masih jauh dari memadai. Namun di tengah minimnya fasilitas tersebut, pengunjung tetap dibebani biaya masuk yang tinggi.
“Wisatanya bagus secara alam, tapi pengelolaannya mengecewakan. Tiket mahal, fasilitas minim,” ungkap salah seorang wisatawan asal luar daerah.
Keluhan tak hanya datang dari pengunjung. Para pedagang kecil yang berjualan di sekitar Wisata Laguna juga mengaku tertekan dengan kebijakan biaya lapak sebesar Rp300 ribu per lapak. Biaya tersebut dinilai tidak berpihak pada pelaku UMKM yang hanya berharap pada momen ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
“Dengan biaya lapak segitu, kami harus jualan keras supaya balik modal. Kalau sepi, jelas rugi,” keluh salah satu pedagang.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius dari masyarakat terkait tata kelola Wisata Laguna. Publik mempertanyakan dasar penetapan harga tiket masuk dan biaya lapak tersebut, termasuk transparansi pengelolaan retribusi. Ke mana dana yang dipungut itu dialirkan dan apakah benar masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadi pertanyaan yang hingga kini belum terjawab secara terbuka.
Jika kondisi ini terus berulang tanpa evaluasi, Wisata Laguna dikhawatirkan bukan lagi menjadi daya tarik, melainkan sumber kekecewaan. Dampaknya bukan hanya pada pedagang dan pengunjung, tetapi juga pada citra pariwisata Kabupaten Kaur secara keseluruhan.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pihak pengelola Wisata Laguna untuk segera melakukan evaluasi total. Penurunan tarif yang rasional, perbaikan fasilitas, serta transparansi pengelolaan retribusi dinilai mendesak agar Wisata Laguna tidak terus menjadi bahan cibiran, melainkan benar-benar menjadi kebanggaan daerah.
Pewarta : Kak Cik